Program Studi Pendidikan Agama Islam

Visi

Menjadi Program Studi Pendidikan Agama Islam yang unggul dalam integrasi nilai-nilai keislaman, teknologi digital, dan berbudaya untuk membentuk pendidik yang berkarakter, adaptif, dan kontributif dalam membangun peradaban Nusantara.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan PAI yang berkualitas dengan pendekatan digital, berbasis nilai-nilai Islam, berbudaya, dan kebutuhan masyarakat untuk mencetak pendidik yang profesional, beretika, dan kompetitif.
  2. Mengembangkan riset-riset di bidang pendidikan agama Islam yang aplikatif, solutif, dan berorientasi pada penguatan peradaban lokal  
  3. Mewujudkan pengabdian masyarakat yang partisipatif dan memberdayakan, dengan pendekatan teknologi sebagai solusi pendidikan dan keagamaan di era transformasi digital.
  4. Membangun jejaring dan kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan,  pesantren, serta komunitas lokal dalam pengembangan pendidikan Islam.

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan PAI yang berkarakter Islami, melek digital, dan adaptif terhadap perubahan zaman, serta mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.
  2. Menghasilkan karya penelitian dan publikasi ilmiah yang relevan dengan isu-isu aktual pendidikan Islam, mendukung pembangunan berkelanjutan dan peradaban Nusantara.
  3. Melaksanakan program pengabdian masyarakat yang menyentuh kebutuhan edukatif dan spiritual masyarakat, khususnya di daerah pedesaan dan pesisir.
  4. Menjalin kemitraan yang memperkuat kontribusi Prodi PAI dalam mencetak lulusan yang kompeten secara teknologi dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

Prospek Lulusan

Lulusan Program Studi PAI Berbasis Digital memiliki peluang karier yang luas dan adaptif terhadap dinamika zaman. Di antaranya:

  • Guru Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah formal dan non-formal, dengan kemampuan mengelola pembelajaran daring.
  • Konten Kreator Islami, seperti pendakwah digital, Youtuber dakwah, dan penulis konten edukatif berbasis keislaman.
  • Instruktur dan Pelatih Digital Islamic Education, baik di pesantren modern maupun lembaga pelatihan.
  • Peneliti Pendidikan Islam Digital, yang mampu merancang model pembelajaran berbasis teknologi.
  • Manajer atau Administrator Pendidikan Berbasis Teknologi, di lembaga pendidikan Islam formal dan informal.
  • Wirausahawan Digital (Edupreneur) dalam bidang pendidikan Islam.